Selamat Datang di Nadia's Blog.
Pos pertama akan berisi tentang Kebenaran dalam kaitannya dengan Metodologi Penelitian.
Pos pertama akan berisi tentang Kebenaran dalam kaitannya dengan Metodologi Penelitian.
Kebenaran
itu apa sih?
Ada yang
tahu?
Dalam
kehidupan, manusia selalu ingin tahu kebenaran. Sedangkan, penelitian bertujuan
untuk memperoleh kebenaran dengan berbagai metode atau cara.
Menurut Wikipedia, Kebenaran adalah
persesuaian antara pengetahuan dan obyek bisa juga diartikan suatu pendapat atau
perbuatan seseorang yg sesuai dengan (atau tidak ditolak oleh) orang lain dan
tidak merugikan diri sendiri.
Kebenaran
yang dimaksud adalah kebenaran dalam kegiatan ilmiah, dimana kegiatan ilmiah
sendiri tertuju pada penelitian. Kenyataan yang benar-benar terjadi. Untuk
kebenaran ilmiah, merupakan kebenaran yang diperoleh berdasarkan proses
penelitian, dapat ditemukan dan diuji. Kebenaran ini mutlak yang mempunyai
sifat sementara.
Bagaimana proses
memperoleh kebenaran?
Ada dua cara untuk
memperoleh kebenaran yaitu dengan cara non ilmiah dan cara ilmiah. Berhubung
kebenaran ini masuk dalam kegiatan ilmiah maka menggunakan cara ilmiah.
Sebagaimana yang diuraikan oleh Hartono Kasmadi, dkk.(1990) sebagai berikut:
1. Penemuan secara
kebetulan. Penemuan
yang berlangsung tanpa disengaja. Cara ini tidak dapat diterima dalam metode
keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu.
2. Penemuan trial and error. Penemuan ini terjadi
tanpa ada kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari.
Cara ini membutuhkan waktu yang lama, karena memang tanpa rencana, tidak
terarah dan tidak diketahui tujuannnya. Cara ini pun tidak dapat diterima
sebagai cara yang ilmiah dalam usaha untuk mengungkapkan kebenaran.
3. Penemuan melalui otoritas atau kewibawaan. Orang-orang yang mempunyai kedudukan dan kekuasaan sering di terima sebagai kebenaran meskipun pendapat itu tidak didasarkan pada pembuktian ilmiah. Cara ini hanya kemungkinan bisa digunakan.
4. Penemuan secara
spekulasi.
Cara ini mirip dengan trial
and error.
5. Penemuan melalui pengalaman. Dalam menghadapi masalah, manusia berusaha menganalisisnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. Cara berfikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam memecahkan masalah adalah dengan cara berpikir analitis dan cara berpikir sintetis.
6. Penemuan kebenaran
melalui penelitian ilmiah. Cara mencari kebenaran yang dipandang ilmiah yang dilakukan
penelitian. Pada setiap penelitian ilmiah melekat ciri-ciri umum yaitu
pelaksanaannya yang metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan
koheren. Artinya, di tuntut adanya sistem dalam metode maupun dalam hasilnya.
Untuk pengujian terhadap
kebenaran diperlukan fakta, data dan informasi.
Contoh Kasus.
Suatu peristiwa kekerasan
anak di salah satu rumah. Warga sekitar yang sering kali mendengar teriakan
seorang anak dan melihat seorang anak terlantar di depan rumah, melapor kepada
Ketua RT. Ketua RT yang juga mengetahui hal tersebut akhirnya melapor kepada
pihak kepolisian. Guna mengetahui kebenarannya, pihak kepolisian melakukan
penyidikan dengan mendatangi rumah tersebut dan meminta beberapa keterangan
dari warga sekitar.
---