Senin, 29 Februari 2016

Metodologi Penelitian - Kebenaran

Selamat Datang di Nadia's Blog.

Pos pertama akan berisi tentang Kebenaran dalam kaitannya dengan Metodologi Penelitian.

Kebenaran itu apa sih?
Ada yang tahu?
Dalam kehidupan, manusia selalu ingin tahu kebenaran. Sedangkan, penelitian bertujuan untuk memperoleh kebenaran dengan berbagai metode atau cara.

Menurut WikipediaKebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan dan obyek bisa juga diartikan suatu pendapat atau perbuatan seseorang yg sesuai dengan (atau tidak ditolak oleh) orang lain dan tidak merugikan diri sendiri.

Kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran dalam kegiatan ilmiah, dimana kegiatan ilmiah sendiri tertuju pada penelitian. Kenyataan yang benar-benar terjadi. Untuk kebenaran ilmiah, merupakan kebenaran yang diperoleh berdasarkan proses penelitian, dapat ditemukan dan diuji. Kebenaran ini mutlak yang mempunyai sifat sementara.

Bagaimana proses memperoleh kebenaran?
Ada dua cara untuk memperoleh kebenaran yaitu dengan cara non ilmiah dan cara ilmiah. Berhubung kebenaran ini masuk dalam kegiatan ilmiah maka menggunakan cara ilmiah. Sebagaimana yang diuraikan oleh Hartono Kasmadi, dkk.(1990) sebagai berikut:

1. Penemuan secara kebetulan. Penemuan yang berlangsung tanpa disengaja. Cara ini tidak dapat diterima dalam metode keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu.

2. Penemuan trial and error. Penemuan ini terjadi tanpa ada kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari. Cara ini membutuhkan waktu yang lama, karena memang tanpa rencana, tidak terarah dan tidak diketahui tujuannnya. Cara ini pun tidak dapat diterima sebagai cara yang ilmiah dalam usaha untuk mengungkapkan kebenaran.

3. Penemuan melalui otoritas atau kewibawaan. Orang-orang yang mempunyai kedudukan dan kekuasaan sering di terima sebagai kebenaran meskipun pendapat itu tidak didasarkan pada pembuktian ilmiah. Cara ini hanya kemungkinan bisa digunakan.

4. Penemuan secara spekulasi. Cara ini mirip dengan trial and error.

5. Penemuan melalui pengalaman. Dalam menghadapi masalah, manusia berusaha menganalisisnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. Cara berfikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam memecahkan masalah adalah dengan cara berpikir analitis dan cara berpikir sintetis.
6. Penemuan kebenaran melalui penelitian ilmiah. Cara mencari kebenaran yang dipandang ilmiah yang dilakukan penelitian. Pada setiap penelitian ilmiah melekat ciri-ciri umum yaitu pelaksanaannya yang metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. Artinya, di tuntut adanya sistem dalam metode maupun dalam hasilnya.
Untuk pengujian terhadap kebenaran diperlukan fakta, data dan informasi.

Contoh Kasus.

Suatu peristiwa kekerasan anak di salah satu rumah. Warga sekitar yang sering kali mendengar teriakan seorang anak dan melihat seorang anak terlantar di depan rumah, melapor kepada Ketua RT. Ketua RT yang juga mengetahui hal tersebut akhirnya melapor kepada pihak kepolisian. Guna mengetahui kebenarannya, pihak kepolisian melakukan penyidikan dengan mendatangi rumah tersebut dan meminta beberapa keterangan dari warga sekitar.

---