Minggu, 17 Juli 2016

Metodologi Penelitian-Pengaruh Motivasi dan Ekspetasi Pendapatan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi UMS

Pengaruh Motivasi dan Ekspetasi Pendapatan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi UMS
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
       Kewirausahaan adalah bentuk dari sikap mental dan jiwa yang selalu aktif dan kreatif dalam berdaya cipta, berkarsa, dan bersahaja dalam berusaha meningkatkan pendapatan dari kegiatan usaha yang ia geluti didasarkan pada pendapat Amin (dalam Puri, 2008). Sedangkan, kewirausahaan menurut Longenecker (2001) ialah seseorang yang berani mengambil keputusan untuk memulai dan menjalankan bisnis.
       Kewirausahaan menurut Soetadi (2010) merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu, Soetadi (2010) juga menambahkan bahwa kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.
       Hurlock (1991) menyatakan bahwa minat adalah motif yang menunjukkan arah perhatian individu kepada obyek yang menarik serta menyenangkan, apabila individu berminat terhadap obyek atau aktivitas tertentu maka ia akan cenderung untuk berhubungan lebih aktif dengan obyek atau aktivitas tersebut.
       Minat berwirausaha tidak dibawa sejak lahir tapi tumbuh dan berkembang sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhi. Faktor yang memengaruhi tumbuhnya keputusan untuk berwirausaha merupakan hasil interaksi dari beberapa faktor yaitu karakter kepribadian seseorang dan lingkungannya (Bygrave, 2003).
       Dalam usaha menumbuhkan minat berwirausaha, maka terlebih dahulu perlu diketahui faktor-faktor yang memengaruhi timbulnya minat tersebut. Faktor-faktor yang memengaruhi minat berwirausaha dapat terus dikembangkan sehingga minat dapat diwujudkan menjadi usaha mandiri. Minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan kebutuhannya sendiri (Sardiman, 1995). Dengan demikian minat dapat ditumbuhkan dengan menghubungkan seseorang dengan kebutuhannya sehingga timbul keinginan untuk memenuhinya.
       Mengenai minat berwirausaha, Mahesa & Rahardja (2012) menguraikan bahwa minat berwirausaha adalah kecenderungan hati dalam diri subjek untuk tertarik menciptakan suatu usaha yang kemudian mengorganisir, mengatur, menanggung resiko dan mengembangkan usaha yang diciptakannya sendiri.
       Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan jumlah wirausahawan (enterpreuner). Berdasarkan survei yang dilehat BPS Februari 2014, jumlah wirausahawan mencapai 44,20 juta orang dari 118,17 juta orang penduduk Indonesia yang bekerja. Jumlah tersebut terdiri dari penduduk berusaha sendiri berjumlah 20,32 juta orang, berusaha dibantu buruh tidak tetap 19,74 juta orang dan berusaha dibantu buruh tetap 4,14 juta orang. Dibandingkan survei yang dilehat BPS Februari 2013, jumlah tersebut mengalami peningkatan.           
       Namun demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran sarjana atau lulusan universitas pada Februari 2013 mencapai 260 ribu orang atau 5,04% dari total pengangguran yang mencapai 7,2 juta orang (Santosa, 2013). Kondisi yang dihadapi akan semakin diperburuk dengan situasi persaingan global (misal pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA) yang akan memperhadapkan lulusan perguruan tinggi Indonesia bersaing secara bebas dengan lulusan dari perguruan tinggi asing. Oleh karena itu, para sarjana lulusan perguruan tinggi perlu diarahkan dan didukung untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker) namun dapat dan siap menjadi pencipta pekerjaan (job creator) juga.
       Berdasarkan paparan diatas dapat dimaknai “ bahwa telah terjadi kesenjangan minat berwirausaha di Indonesia”. Hal ini tentunya tidak dapat dibiarkan berlarut-larut sehingga akan menurunkan daya saing bagi lulusan universitas dan dapat berdampak pada masa depan perekonomian dibidang wirausaha.
       Penelitian yang dilakukan oleh Suhartini (2011) meneliti tentang faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam berwiraswasta. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara faktor pendapatan, perasaan senang, lingkungan keluarga dan pendidikan terhadap minat berwiraswasta, dengan faktor dominan adalah memperoleh pendapatan.
       Kajian Pendahuluan di UMS (lokasi penelitian) memperlihatkan bahwa diantara sekian banyak faktor-faktor diatas, yang masih menjadi masalah adalah dorongan atau motivasi dan modal. Masalah tersebut diperoleh dari hal kuisioner awal kepada 10 orang mahasiswa, memperlihatkan urutan faktor-faktor yang paling menjadi masalah sampai faktor yang kurang menjadi masalah bagi mahasiswa, yakni (1) Motivasi, (2) Pendapatan, (3) Lingkungan Masyarakat (lihat tabel 1-1)
Tabel 1-1. Hasil Kuisioner Prariset
Faktor-faktor Minat Berwirausaha
Frekuensi (Orang)
Persentase (%)
Motivasi
6
60
Pendapatan
3
30
Lingkungan Masyarakat
1
10

 10
100
       Pertama, pilihan atas Motivasi. Motivasi merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada diri seseorang untuk menentukan apa yang menjadi keinginan dan usahanya untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Menurut Uno (2008:1), “Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya”. Jadi, semakin besar motivasi yang dimiliki seseorang, maka akan semakin besar pula usaha untuk mewujudkan tujuannya.
       Kedua, Pendapatan. Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh seseorang baik berupa uang maupun barang. Berwiraswasta dapat memberikan pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keinginan untuk memperoleh pendapatan itulah yang dapat menimbulkan minatnya untuk berwirausaha (Suhartini, 2011). Penelitian yang dilakukan oleh Suhartini (2011) menyimpulkan bahwa pendapatan berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Seseorang akan tertarik untuk menjadi wirausaha karena pendapatan yang diperolehnya jika sukses melebihi karyawan. Seseorang dengan harapan pendapatan yang lebih tinggi daripada bekerja menjadi karyawan menjadi daya tarik untuk menjadi wirausaha.


       Bertolak dari paparan di atas, peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut dalam judul penelitian: ”Pengaruh Motivasi dan Ekspetasi Pendapatan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi UMS”.


B. Identifikasi Masalah
Relevan dengan latar belakng sebelumnya, maka masalah-masalah yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:
  1. Kajian-kajian teoritis memperlihatkan bahwa tinggi rendahnya minat berwirausaha dipengaruhi oleh masalah-masalah: motivasi atau dorongan, pendapatan, lingkungan masyarakat dan pendidikan.
  2. Motivasi dan ekspektasi pendapatan terpilih sebagai faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha, karena memiliki beberapa masalah urgen sebagai berikut: (a) Menumbuhkan minat berwirausaha yang siap bersaing tidak terbentuk, masih banyak faktor-faktor yang menghalangi, (b) Kebutuhan yang semakin banyak bagi mahasiswa, pemenuhan kebutuhan pribadi yang semakin besar.
C. Batasan dan Rumusan Masalah
       Seperti terlihat dalam identifikasi masalah banyak kemungkinan hubungan yang dapat dipilih sebagai kajian penelitian. Namun tidak semua hubungan dikaji, tetapi hanya motivasi dan ekspektasi pendapatan terpilih menjadi faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha. Untuk memperjelas hal  tersebut, variabel-variabel dan hubungan-hubungan dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut:
  1. Pengaruh motivasi secara parsial (mandiri) terhadap minat berwirausaha,
  2. Pengaruh ekspektasi pendapatan secara parsial (mandiri) terhadap minat berwirausaha,
  3. Pengaruh motivasi dan ekspektasi pendapatan secara simultan (bersama) terhadap minat berwirausaha.

Sesuai dengan hubungan yang telah dibatasi tersebut, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
  1. Apakah motivasi berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Akuntansi, UMS?
  2. Apakah ekspektasi pendapatan berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Akuntansi, UMS?
  3. Apakah motivasi dan ekspektasi pendapatan berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Akuntansi, UMS?

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
     Tujuan penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah di atas, yakni:
  1. Menguji pengaruh motivasi terhadap minat berwirausaha mahasiswa,
  2. Menguji pengaruh ekspektasi pendapatan terhadap minat berwirausaha mahasiswa,
  3. Menguji pengaruh motivasi dan ekspektasi pendapatan terhadap minat berwirausaha mahasiswa.
     Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut:
  1. Membuktikan wacana teoritis dalam dunia pendidikan dan pengelolaan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
  2. Kontribusi dan masukan dalam pihak Universitas, khususnya mahasiswa Pendidikan Akuntansi, UMS dalam mengembangkan kurikulum atau mata kuliah yang lebih baik terutama berhubungan dengan kewirausahaan di masa mendatang.
  3. Referensi bagi peneliti berikutnya dalam mengkaji masalah yang sama di masa mendatang.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Kajian Pustaka
1. Minat Berwirausaha
1.1 Pengertian Minat Berwirausaha
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008:132) minat adalah kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Seseorang yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu secara konsisten dengan rasa senang.
Menurut Aprilia, dkk (2012:2) pengertian minat berwirausaha yaitu rasa tertariknya seseorang untuk melakukan kegiatan usaha yang mandiri dengan keberanian mengambil risiko.
Sedangkan, Mahesa & Rahardja (2012) menguraikan bahwa minat berwirausaha adalah kecenderungan hati dalam diri subjek untuk tertarik menciptakan suatu usaha yang kemudian mengorganisir, mengatur, menanggung resiko dan mengembangkan usaha yang diciptakannya sendiri.
Berdasarkan dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa minat berwirausaha adalah suatu keinginan yang timbul dari diri seseorang untuk membuka usaha dengan berani mengambil resiko dalam berbagai kesempatan.
1.2 Teori Minat Berwirausaha
Minat berwirausaha tidak dibawa sejak lahir tapi tumbuh dan berkembang sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhi. Faktor yang memengaruhi tumbuhnya keputusan untuk berwirausaha merupakan hasil interaksi dari beberapa faktor yaitu karakter kepribadian seseorang dan lingkungannya (Bygrave, 2003).
Minat Berwirausaha adalah minat yang muncul dari dalam diri seseorang untuk berwirausaha. Indikator yang digunakan adalah berminat menjadi wirausaha karena tidak ketergantungan pada orang lain, berminat menjadi wirausaha karena dapat membantu lingkungan sosial (Zimmerer, Scarborough dan Wilson, 2008: 11), dan senang jika menjadi seorang wirausaha (Winkel, 2004: 212).

1.3 Indikator Minat Berwirausaha
Indikator minat berwirausaha adalah sebagai berikut:
a.       Tidak ada ketergantungan pada orang lain,
b.      Dapat membantu lingkungan sosial,
c.       Senang jika menjadi seorang wirausahawan.
2. Motivasi
2.1 Pengertian Motivasi
Semakin tinggi motivasi seseorang akan semakin mudah menumbuhkan minat orang tersebut, dengan adanya minat maka akan mendorong atau memicu daya tarik seseorang. Menurut Hasibuan (2005: 141), motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.
Motivasi sebagai proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan. Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan (driving force) dimaksudkan sebagai desakan yang alami untuk memuaskan dan memperahankan kehidupan (Samsudin, 2005).
Menurut Uno (2008:1) mengemukakan “Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya”.
Berdasarkan pengertian dari beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa motivasi wirausaha merupakan dorongan sebagai penggerak untuk membangkitkan semangat untuk memenuhi tujuan yang diinginkan dalam berwirausaha.
2.2 Teori Motivasi
Maslow mengemukakan bahwa motivasi adalah dorongan kerja yang timbulpada diri seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Teori ini menitik beratkan pada faktor-faktor dalam diri seseorang yang menggerakkan, mengarahkan, mendukung, dan menghentikan perilaku. Dalam Teori Hierarki Kebutuhan, Abraham Maslow (1934) menghipotesiskan bahwa dalam diri setiap manusia terdapat lima tingkatan kebutuhan, yaitu:
a.       kebutuhan fisiologis, termasuk lapar, haus, tempat berteduh, seks, dan kebutuhan badaniah lainnya.
b.      kebutuhan rasa aman, termasuk keamanan dan perlindungan terhadap gangguan fisik serta emosional.
c.       kebutuhan sosial, termasuk kasih sayang, penerimaan oleh masyarakat, keanggotaan kelompok, termasuk harga diri, kemandirian, keberhasilan, status, pengakuan, dan perhatian.
d.      kebutuhan penghargan, termasuk harga diri, kemandirian, keberhasilan, status, pengakuan, dan perhatian.
e.       kebutuhan akan aktualisasi diri, termasuk kemampuan berkembang, kemampuan mencapai sesuatu, kemampuan mencukupi diri sendiri.
2.3 Indikator-indikator Motivasi
Menurut Hasibuan (2005:149) indikator-indikator motivasi adalah sebagai berikut:
a.    Motif
Motif adalah suatu perangasang keinginan (want) dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang. Setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
b.    Harapan
Harapan adalah suatu kesempatan yang diberikan terjadi karena perilaku. Harapan mempunyai nilai yang berkisar dari nol yang menunjukan tidak ada kemungkinan bahwa suatu hasil akan muncul sesudah perilaku atau tindakan tertentu, sampai angka positif satu yang menunjukan kepastian bahwa hasil tertentu akan mengikuti suatu tindakan atau perilaku.
c.    Intensif
Insentif adalah sebagai sarana motivasi, untuk memberi batasan perangsang atau pendorong yang diberikan dengan sengaja kepada para pekerja agar dalam diri mereka timbul semangat yang lebih besar untuk berprestasi bagi organisasi.

3. Ekspektasi Pendapatan
3.1 Pengertian Pendapatan
Pendapatan adalah semua penerimaan seseorang sebagai balas jasanya dalam proses produksi. Balas jasa tersebut bias berupa upah, bunga, sewa, maupun laba tergantung faktor produksi yang dilibatkan dalam proses produksi (Yuliana Sudremi, 2007: 133). Sedangkan menurut Wahyu Adji (2004: 3), pendapatan atau income adalah uang yang diterima oleh seseorang dari perusahaan dalam bentuk gaji, upah, sewa, bunga dan laba termasuk beragam tunjangan, seperti tunjangan kesehatan atau pensiun. Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh seseorang baik berupa uang maupun barang (Utin, 2011: 138).
3.2 Teori
Menurut Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008: 12), menjadi wirausaha akan memperoleh keuntungan yang menakjubkan. Berwirausaha dapat memperoleh penghasilan yang tinggi dan tidak terbatas sesuai harapanya guna memenuhi segala keinnginanya. Besar kecilnya penghasilan yang diterima dari berwirausaha tergantung dari hasil kerja atau usaha yang dilakukan. Keinginan untuk memperoleh pendapatan tak terbatas itulah yang dapat menimbulkan minat berwirausaha. Orang-orang yang bekerja bagi dirinya sendiri memiliki peluang empat kali lebih besar untuk menjadi kaya daripada orangorang yang bekerja untuk orang lain (Serian, 2009: 27).
3.3 Indikator-indikator
Indikator ekspektasi pendapatan adalah sebagai berikut:
a.    pendapatan yang tinggi,
b.    pendapatan tidak terbatas.

B. Penelitian Yang Relevan
Penelitian yang dilakukan oleh Rano Aditia Putra (2012) dengan judul “Faktor-Faktor Penentu Minat Mahasiswa Manajemen Untuk Berwirausaha”. Faktor-faktor yang digunakan sebagai ukuran yang mempengaruhi minat untuk berwirausaha adalah personal, sociological dan environmental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskripsi dengan sampel penelitian mahasiswa manajemen Universitas Negeri Padang angkatan 2007-2009 yang pernah mendapat mata kuliah kewirausahaan. Penelitian ini mendapat hasil berupa faktor-faktor yang mempengaruhi minat untuk berwirausaha yaitu faktor lingkungan, faktor harga diri, faktor peluang, faktor kepribadian, faktor visi, dan faktor pendapatan dan percaya diri. Faktor tersebut merupakan hasil ekstrasi dari variabel penelitian. Persamaan penelitian relevan dengan penelitian ini adalah pada penggunaan variabel Minat Berwirausaha. Perbedaanya adalah dalam penelitian Rano Aditia Putra mencari faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha, sedangkan penelitian penulis menggunakan variabel yang lebih spesifik seperti Motivasi dan Ekspektasi Pendapatan.
Penelitian yang dilakukan oleh Paulus Patria Adhitama (2014) dengan judul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BERWIRAUSAHA (STUDI KASUS MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNDIP, SEMARANG)”. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Undip. Jenis datanya adalah data primer dengan teknik pengumpulan data kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif ekspektasi pendapatan terhadap minat berwirausaha. Artinya semakin tinggi pendapatan maka akan semakin meningkatkan minat berwirausaha. (2) Terdapat pengaruh positif lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha. Artinya semakin mendukung lingkungan keluarga maka akan semakin meningkatkan minat berwirausaha. (3) Terdapat pengaruh positif pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Artinya semakin baik pendidikan kewirausahaan maka akan semakin meningkatkan minat berwirausaha.

C. Kerangka Berpikir
1.    Hubungan Motivasi dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa
Hubungan-hubungan motivasi dengan minat berwirausaha dalam penelitian ini diperlihatkan melalui teori-teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya antara lain:
Maslow mengemukakan bahwa motivasi adalah dorongan kerja yang timbul pada diri seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Teori ini menitik beratkan pada faktor-faktor dalam diri seseorang yang menggerakkan, mengarahkan, mendukung, dan menghentikan perilaku.
Menurut Uno (2008:1), “Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya”
Teori dan penelitian di atas memperlihatkan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa, yakni apabila motivasi tinggi maka minat berwirausaha tinggi, demikian sebaliknya.

2.    Hubungan Ekspektasi Pendapatan dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa
Hubungan-hubungan ekspektasi pendapatan dengan minat berwirausaha dalam penelitian ini diperlihatkan melalui teori-teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya antara lain:
Menurut Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008: 12), menjadi wirausaha akan memperoleh keuntungan yang menakjubkan. Berwirausaha dapat memperoleh penghasilan yang tinggi dan tidak terbatas sesuai harapanya guna memenuhi segala keinnginanya. Besar kecilnya penghasilan yang diterima dari berwirausaha tergantung dari hasil kerja atau usaha yang dilakukan. Keinginan untuk memperoleh pendapatan tak terbatas itulah yang dapat menimbulkan minat berwirausaha. Orang-orang yang bekerja bagi dirinya sendiri memiliki peluang empat kali lebih besar untuk menjadi kaya daripada orangorang yang bekerja untuk orang lain (Serian, 2009: 27).
Teori dan penelitian di atas memperlihatkan bahwa ekspektasi pendapatan berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa, yakni apabila ekspektasi pendapatan tinggi maka minat berwirausaha mahasiswa tinggi, demikian sebaliknya.

            Mengingat Minat Berwirausaha dipengaruhi oleh kedua faktor seperti pada Gambar 2-1 dan Gambar 2-2, maka dalam penelitian ini hubungan tersebut akan diteliti baik secara parsial maupun simultan, dengan paradigma sebagai berikut:


D. Hipotesis
   Mengingat adanya tiga hubungan seperti pada kerangka konseptual di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini juga terdapat tiga buah, diantaranya:
  1. Hipotesis pertama: Motivasi berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha,
  2. Hipotesis kedua: Ekspektasi Pendapatan berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha,
  3. Hipotesis ketiga: Motivasi dan Ekspktasi Pendapatan berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Defenisi Operasional
1. Variabel Independen (bebas)
a. Motivasi (X1)
Menurut Hasibuan (2005: 141), motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.
Indikator motivasi sebagai berikut:
1) Motif adalah suatu perangasang keinginan (want) dan daya penggerak kemauan  bekerja seseorang. Setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
2) Harapan adalah suatu kesempatan yang diberikan terjadi karena perilaku. Harapan mempunyai nilai yang berkisar dari nol yang menunjukan tidak ada kemungkinan bahwa suatu hasil akan muncul sesudah perilaku atau tindakan tertentu, sampai angka positif satu yang menunjukan kepastian bahwa hasil tertentu akan mengikuti suatu tindakan atau perilaku.
3) Intensif adalah sebagai sarana motivasi, untuk memberi dorongan yang diberikan dengan sengaja kepada para pekerja agar dalam diri mereka timbul semangat yang lebih besar untuk berprestasi bagi organisasi.
b. Ekspektasi Pendapatan (X2)
Ekspektasi Pendapatan merupakan harapan seseorang atas pendapatan yang diterimanya setelah melakukan suatu pekerjaan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada penelitian ini menggunakan skala likert dan indikator yang digunakan adalah pendapatan yang tinggi dan pendapatan tidak terbatas (Zimmerer, Scarborough dan Wilson, 2008: 12).
Indikator ekspektasi pendapatan adalah sebagai berikut:
a. pendapatan yang tinggi,
b. pendapatan tidak terbatas.

2. Variabel Dependen (terikat)
Minat Berwirausaha (Y) adalah minat yang muncul dari dalam diri seseorang untuk berwirausaha. Indikator yang digunakan adalah berminat menjadi wirausaha karena tidak ketergantungan pada orang lain, berminat menjadi wirausaha karena dapat membantu lingkungan sosial (Zimmerer, Scarborough dan Wilson, 2008: 11), dan senang jika menjadi seorang wirausaha (Winkel, 2004: 212).
Indikator minat berwirausaha adalah sebagai berikut:
a. Tidak ada ketergantungan pada orang lain,
b. Dapat membantu lingkungan sosial,
c. Senang jika menjadi seorang wirausahawan.
Seluruh indikator di atas menjadi ukuran-ukuran dalam penelitian ini yang kemudian akan dikembangkan menjadi instrumen penelitian.

B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi di Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian direncanakan akan berlangsung dari bulan Maret 2017 sampai dengan bulan Juni 2017 (Rencana penelitian dapat dilihat pada lampiran). Pemilihan Program Studi Pendidikan Akuntansi UMS sebagai objek penelitian didasarkan pada alasan semakin banyak wirausahawan muda yang berasal dari lulusan universitas dan penambahan mata kuliah kewirausahaan dan praktek kewirausahaan.

C. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi yang berjumlah 234 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive random sampling yaitu pengambilan sampel dengan kriteria atau syarat tertentu (Sugiyono,2008). Adapun kriterianya adalah:
1.    Mahasiswa Pendidikan Akuntansi yang sudah mengambil mata kuliah Kewirausahaan,
2.    Mahasiswa aktif.
Sedangkan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin, yaitu:
 dibulatkan 148

Keterangan:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan (dalam penelitian ini digunakan 5% atau 0,05) (Umar, 2000).

Tabel 3-1
Jumlah Populasi dan Sampel
Kelas
Populasi
Sampel
A
40
25
B
39
25
C
40
25
D
39
25
E
38
24
F
38
24

234
148

D. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen angket atau kuisioner untuk masing-masing variabel penelitian:
1.    Motivasi
Instrumen motivasi dikembangkan dari indikator yang diadapt asi dari Hasibuan (2005: 141). Jumlah butir instrumen sebanyak 6 buah yang disusun dalam skala likert, sedangkan opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4)
2.    Ekspektasi Pendapatan
Instrumen ekspektasi pendapatan dikembangkan dari indikator yang diadaptasi dari Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008:12). Jumlah butir instrumen sebanyak 4 buah yang disusun dalam skala likert, sedangkan opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4)
3.    Minat Berwirausaha
Instrumen minat berwirausaha dikembangkan dari indikator yang diadaptasi dari Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008:11). Jumlah butir instrumen sebanyak 5 buah yang disusun dalam skala likert, sedangkan opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4)

Skala likert yang digunakan dalam penelitian ini berdimensi 4 dengan rentang nilai 1 sampai dengan 4 dengan asumsi:
Tabel 4-1. Skor Modifikasi Skala Likert
Pertanyaan Positif
Pertanyaan negatif
Jawaban
Skor
Jawaban
Skor
Sangat setuju
4
Sangat setuju
4
Setuju
3
Setuju
3
Tidak setuju
2
Tidak setuju
2
Sangat tidak setuju
1
Sangat tidak setuju
1

Untuk menguji ketepatan instrumen (validitas) dan kelayakan instrumen (reliabilitas). Pengujian validitas dan reabilitas ini dilakukan sebelum penelitian sesungguhnya, yakni dengan mengujicobakan instrumen yang telah disusun kepada responden uji coba sebanyak 10 orang.
Pengujian lengkap validitas dan reabilitas menggunakan cara-cara berikut ini:
1. Validitas
Pengujian validitas menggunakan dua cara:
a. Validitas isi: pengujian isi angket dengan analisis rasional, kesesuaian dengan teori, dan pertimbangan ahli (dalam hal ini ahli adalah pembimbing skripsi). Butir-butir instrumen didiskusikan agar benar-benar mencerminkan variabel yang diukur. Pengujian validitas isi ini tidak menggunakan teknik statistik.
b. Validitas konstruk: pengujian konstruk angket/instrumen dengan mengkore-lasikan nilai-nilai setiap butir instrumen dengan nilai totalnya dengan menggunakan teknik statistik korelasi, melalui bantuan program pengolah data SPSS.
2. Reabilitas
Pengujian reliabilitas menggunakan pendekatan konsistensi internal, yakni teknik belah dua (split half) dengan memilah butir instrumen bernomor ganjil dan butir instrumen bernomor genap, kemudian mengkorelasikannya yang dilanjutkan dengan analisis Spearman Brown. Pengolahan datanya menggunakan bantuan program pengolah data SPSS.15

E. Teknik Analisis Data
Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya memiliki distribusi normal ataukah tidak normal (Ghozali, 2006). Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov – smirnov, data dikatakan berdistribusi normal jika memiliki nilai probabilitas pengujian yang lebih besar dari 0,05 (Ghozali, 2006). Jika data tidak normal, maka dilakukan perbaikan data dengan cara menghilangkan data tidak normal tersebut (outlier).
2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. (Ghozali, 2006). Pengujian multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan lawannya. Suatu model regresi dikatakan bebas dari multikolinieritas jika nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10 (Ghozali, 2006). Jika terjadi multikolinearitas maka dilakukan perbaikan dengan menghilangkan salah satu variabel independen dengan korelasi tertinggi.
3. Uji Heteroskedastisitas
Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan menggunakan Uji Glejser. Jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas. Sedangkan, dilihat dari probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan ( > 0,05 ). Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas (Ghozali, 2006). Jika terjadi heteroskedastisitas maka diperbaiki dengan melakukan transformasi data menggunakan log atau ln (logaritma natural).

Dengan bertumpu pada panduan analisis di atas, di mana:
1)   Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya pengaruh dan kontribusi,
2)   Banyaknya variabel bebas = 2 buah, dengan variabel tak bebas = 1 buah.
Maka teknik analisis data yang tepat adalah regresi linear berganda dengan persamaan sebagai berikut: Y = a + b1X1+ b2X2 + e
Dimana :
Y = Minat berwirausaha
a = Konstanta
b1 – b2 = koefisien regresi berganda
X1 = motivasi
X2 = ekspektasi pendapatan
e = error / faktor kesalahan
Adapun pengolahan data untuk menguji ketiga hipotesis di atas menggunakan bantuan program pengolahan data SPSS.20


DAFTAR PUSTAKA
Adhitama, Paulus Patria. 2014. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomika Dan Bisnis UNDIP, Semarang).Skripsi.Semarang: Universitas Diponegoro.
Bygrave, W.D. 2003. The Portable MBA Enterpreneurship. Jakarta: Binarupa Aksara.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Iqbal, Muhammad. 2014. “BPS: Jumlah Wirausahawan Meningkat”(online). http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/14/05/06/n54k9p-bps-jumlah-wirausahawan-meningkat. 14 Juli 2016.
Kadarsih, Retno, dkk. 2013. Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UNS. Jurnal Penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Longnecker, J., Carlos, W. M., & Petty, W. J. 2001. Kewirausahaan manajemen usaha kecil. Terjemahan thomson learning. Jakarta: Salemba Empat.
Mahesa, A & Rahardja, E. 2012. “Analisis Faktor-faktor Motivasi yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha”. Diponegoro Journal of Management, 1, 1, 130-137.
Puri, Y. S. 2011. Hubungan antara adversity quotient dengan minat berwirausaha siswa kelas XII pemasaran di SMKN Surabaya. Tesis. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Setiawan, Deden. 2016. Pengaruh Ekspektasi Pendapatan, Lingkungan Keluarga Dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha (Studi Kasus pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Soetadi, I. 2010. Kewirausahaan. Medan: USU press.
Uno, Hamzah. 2008. Teori Motivasi & Pengukurannya Analisis Dibidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Wahyono, Budi. 2014. “Pengertian Minat Berwirausaha”(online). http://www.pendidikanekonomi.com/2014/07/pengertian-minat-berwirausaha.html. 14 Juli 2016