Pengaruh
Motivasi dan Ekspetasi Pendapatan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program
Studi Pendidikan Akuntansi UMS
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Kewirausahaan
adalah bentuk dari sikap mental dan jiwa yang selalu aktif dan kreatif dalam
berdaya cipta, berkarsa, dan bersahaja dalam berusaha meningkatkan pendapatan
dari kegiatan usaha yang ia geluti didasarkan pada pendapat Amin (dalam Puri,
2008). Sedangkan, kewirausahaan menurut Longenecker (2001) ialah seseorang yang
berani mengambil keputusan untuk memulai dan menjalankan bisnis.
Kewirausahaan
menurut Soetadi (2010) merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif
dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan
pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu, Soetadi (2010) juga
menambahkan bahwa kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang
dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.
Hurlock
(1991) menyatakan bahwa minat adalah motif yang menunjukkan arah perhatian
individu kepada obyek yang menarik serta menyenangkan, apabila individu
berminat terhadap obyek atau aktivitas tertentu maka ia akan cenderung untuk
berhubungan lebih aktif dengan obyek atau aktivitas tersebut.
Minat
berwirausaha tidak dibawa sejak lahir tapi tumbuh dan berkembang sesuai dengan
faktor-faktor yang mempengaruhi. Faktor yang memengaruhi tumbuhnya keputusan
untuk berwirausaha merupakan hasil interaksi dari beberapa faktor yaitu
karakter kepribadian seseorang dan lingkungannya (Bygrave, 2003).
Dalam
usaha menumbuhkan minat berwirausaha, maka terlebih dahulu perlu diketahui
faktor-faktor yang memengaruhi timbulnya minat tersebut. Faktor-faktor yang
memengaruhi minat berwirausaha dapat terus dikembangkan sehingga minat dapat diwujudkan
menjadi usaha mandiri. Minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi
apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang
dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan kebutuhannya sendiri
(Sardiman, 1995). Dengan demikian minat dapat ditumbuhkan dengan menghubungkan
seseorang dengan kebutuhannya sehingga timbul keinginan untuk memenuhinya.
Mengenai
minat berwirausaha, Mahesa & Rahardja (2012) menguraikan bahwa minat
berwirausaha adalah kecenderungan hati dalam diri subjek untuk tertarik
menciptakan suatu usaha yang kemudian mengorganisir, mengatur, menanggung
resiko dan mengembangkan usaha yang diciptakannya sendiri.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat
peningkatan jumlah wirausahawan (enterpreuner). Berdasarkan survei yang dilehat
BPS Februari 2014, jumlah wirausahawan mencapai 44,20 juta orang dari 118,17
juta orang penduduk Indonesia yang bekerja. Jumlah tersebut terdiri dari
penduduk berusaha sendiri berjumlah 20,32 juta orang, berusaha dibantu buruh
tidak tetap 19,74 juta orang dan berusaha dibantu buruh tetap 4,14 juta orang.
Dibandingkan survei yang dilehat BPS Februari 2013, jumlah tersebut mengalami
peningkatan.
Namun
demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran sarjana atau
lulusan universitas pada Februari 2013 mencapai 260 ribu orang atau 5,04% dari
total pengangguran yang mencapai 7,2 juta orang (Santosa, 2013). Kondisi yang
dihadapi akan semakin diperburuk dengan situasi persaingan global (misal
pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA) yang akan memperhadapkan lulusan
perguruan tinggi Indonesia bersaing secara bebas dengan lulusan dari perguruan
tinggi asing. Oleh karena itu, para sarjana lulusan perguruan tinggi perlu
diarahkan dan didukung untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja (job
seeker) namun dapat dan siap menjadi pencipta pekerjaan (job creator)
juga.
Berdasarkan
paparan diatas dapat dimaknai “ bahwa telah terjadi kesenjangan minat
berwirausaha di Indonesia”. Hal ini tentunya tidak dapat dibiarkan
berlarut-larut sehingga akan menurunkan daya saing bagi lulusan universitas dan
dapat berdampak pada masa depan perekonomian dibidang wirausaha.
Penelitian
yang dilakukan oleh Suhartini (2011) meneliti tentang faktor yang mempengaruhi
minat mahasiswa dalam berwiraswasta. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh positif signifikan antara faktor pendapatan, perasaan senang,
lingkungan keluarga dan pendidikan terhadap minat berwiraswasta, dengan faktor
dominan adalah memperoleh pendapatan.
Kajian
Pendahuluan di UMS (lokasi penelitian)
memperlihatkan bahwa diantara sekian banyak faktor-faktor diatas, yang masih
menjadi masalah adalah dorongan atau motivasi dan modal. Masalah tersebut
diperoleh dari hal kuisioner awal kepada 10 orang mahasiswa, memperlihatkan
urutan faktor-faktor yang paling menjadi masalah sampai faktor yang kurang
menjadi masalah bagi mahasiswa, yakni (1) Motivasi, (2) Pendapatan, (3) Lingkungan
Masyarakat (lihat tabel 1-1)
Tabel 1-1. Hasil
Kuisioner Prariset
Faktor-faktor
Minat Berwirausaha
|
Frekuensi
(Orang)
|
Persentase
(%)
|
Motivasi
|
6
|
60
|
Pendapatan
|
3
|
30
|
Lingkungan
Masyarakat
|
1
|
10
|
10
|
100
|
Pertama,
pilihan atas Motivasi. Motivasi merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada
diri seseorang untuk menentukan apa yang menjadi keinginan dan usahanya untuk
mewujudkan keinginannya tersebut. Menurut Uno (2008:1), “Motivasi adalah
dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada
pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan
dorongan dalam dirinya”. Jadi, semakin besar motivasi yang dimiliki seseorang,
maka akan semakin besar pula usaha untuk mewujudkan tujuannya.
Kedua,
Pendapatan. Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh seseorang baik berupa
uang maupun barang. Berwiraswasta dapat memberikan pendapatan yang dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keinginan untuk memperoleh
pendapatan itulah yang dapat menimbulkan minatnya untuk berwirausaha
(Suhartini, 2011). Penelitian yang dilakukan oleh
Suhartini (2011) menyimpulkan bahwa pendapatan berpengaruh terhadap minat
berwirausaha. Seseorang akan tertarik untuk menjadi wirausaha karena pendapatan
yang diperolehnya jika sukses melebihi karyawan. Seseorang dengan harapan
pendapatan yang lebih tinggi daripada bekerja menjadi karyawan menjadi daya
tarik untuk menjadi wirausaha.
Bertolak
dari paparan di atas, peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut
dalam judul penelitian: ”Pengaruh Motivasi dan Ekspetasi Pendapatan Terhadap
Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi UMS”.
B. Identifikasi Masalah
Relevan
dengan latar belakng sebelumnya, maka masalah-masalah yang teridentifikasi
adalah sebagai berikut:
- Kajian-kajian teoritis memperlihatkan bahwa tinggi rendahnya minat berwirausaha dipengaruhi oleh masalah-masalah: motivasi atau dorongan, pendapatan, lingkungan masyarakat dan pendidikan.
- Motivasi dan ekspektasi pendapatan terpilih sebagai faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha, karena memiliki beberapa masalah urgen sebagai berikut: (a) Menumbuhkan minat berwirausaha yang siap bersaing tidak terbentuk, masih banyak faktor-faktor yang menghalangi, (b) Kebutuhan yang semakin banyak bagi mahasiswa, pemenuhan kebutuhan pribadi yang semakin besar.
C.
Batasan dan Rumusan Masalah
Seperti terlihat dalam
identifikasi masalah banyak kemungkinan hubungan yang dapat dipilih sebagai
kajian penelitian. Namun tidak semua hubungan dikaji, tetapi hanya motivasi dan
ekspektasi pendapatan terpilih menjadi faktor yang mempengaruhi minat
berwirausaha. Untuk memperjelas hal
tersebut, variabel-variabel dan hubungan-hubungan dalam penelitian ini
dibatasi sebagai berikut:
- Pengaruh motivasi secara parsial (mandiri) terhadap minat berwirausaha,
- Pengaruh ekspektasi pendapatan secara parsial (mandiri) terhadap minat berwirausaha,
- Pengaruh motivasi dan ekspektasi pendapatan secara simultan (bersama) terhadap minat berwirausaha.
Sesuai
dengan hubungan yang telah dibatasi tersebut, maka rumusan masalahnya adalah
sebagai berikut:
- Apakah motivasi berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Akuntansi, UMS?
- Apakah ekspektasi pendapatan berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Akuntansi, UMS?
- Apakah motivasi dan ekspektasi pendapatan berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Akuntansi, UMS?
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan
penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah di atas, yakni:
- Menguji pengaruh motivasi terhadap minat berwirausaha mahasiswa,
- Menguji pengaruh ekspektasi pendapatan terhadap minat berwirausaha mahasiswa,
- Menguji pengaruh motivasi dan ekspektasi pendapatan terhadap minat berwirausaha mahasiswa.
- Membuktikan wacana teoritis dalam dunia pendidikan dan pengelolaan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
- Kontribusi dan masukan dalam pihak Universitas, khususnya mahasiswa Pendidikan Akuntansi, UMS dalam mengembangkan kurikulum atau mata kuliah yang lebih baik terutama berhubungan dengan kewirausahaan di masa mendatang.
- Referensi bagi peneliti berikutnya dalam mengkaji masalah yang sama di masa mendatang.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Kajian Pustaka
1.
Minat Berwirausaha
1.1
Pengertian Minat Berwirausaha
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008:132) minat
adalah kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa
aktivitas. Seseorang yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan
aktivitas itu secara konsisten dengan rasa senang.
Menurut Aprilia, dkk (2012:2) pengertian minat
berwirausaha yaitu rasa tertariknya seseorang untuk melakukan kegiatan usaha
yang mandiri dengan keberanian mengambil risiko.
Sedangkan, Mahesa & Rahardja (2012) menguraikan
bahwa minat berwirausaha adalah kecenderungan hati dalam diri subjek untuk
tertarik menciptakan suatu usaha yang kemudian mengorganisir, mengatur,
menanggung resiko dan mengembangkan usaha yang diciptakannya sendiri.
Berdasarkan dari beberapa pengertian di atas, dapat
disimpulkan bahwa minat berwirausaha adalah suatu keinginan yang timbul dari
diri seseorang untuk membuka usaha dengan berani mengambil resiko dalam
berbagai kesempatan.
1.2 Teori Minat
Berwirausaha
Minat berwirausaha tidak dibawa sejak lahir tapi
tumbuh dan berkembang sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhi. Faktor
yang memengaruhi tumbuhnya keputusan untuk berwirausaha merupakan hasil
interaksi dari beberapa faktor yaitu karakter kepribadian seseorang dan
lingkungannya (Bygrave, 2003).
Minat Berwirausaha adalah minat yang muncul dari
dalam diri seseorang untuk berwirausaha. Indikator yang digunakan adalah
berminat menjadi wirausaha karena tidak ketergantungan pada orang lain,
berminat menjadi wirausaha karena dapat membantu lingkungan sosial (Zimmerer, Scarborough
dan Wilson, 2008: 11), dan senang jika menjadi seorang wirausaha (Winkel, 2004:
212).
1.3 Indikator Minat
Berwirausaha
Indikator
minat berwirausaha adalah sebagai berikut:
a. Tidak
ada ketergantungan pada orang lain,
b. Dapat
membantu lingkungan sosial,
c. Senang
jika menjadi seorang wirausahawan.
2. Motivasi
2.1 Pengertian Motivasi
Semakin tinggi motivasi seseorang akan semakin mudah
menumbuhkan minat orang tersebut, dengan adanya minat maka akan mendorong atau
memicu daya tarik seseorang. Menurut Hasibuan (2005: 141), motivasi adalah hal
yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau
bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.
Motivasi
sebagai proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau
kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan.
Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan (driving force) dimaksudkan
sebagai desakan yang alami untuk memuaskan dan memperahankan kehidupan (Samsudin, 2005).
Menurut Uno (2008:1) mengemukakan “Motivasi adalah
dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada
pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai
dengan dorongan dalam dirinya”.
Berdasarkan
pengertian dari beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa motivasi wirausaha
merupakan dorongan sebagai penggerak untuk membangkitkan semangat untuk
memenuhi tujuan yang diinginkan dalam berwirausaha.
2.2 Teori Motivasi
Maslow mengemukakan bahwa motivasi adalah dorongan
kerja yang timbulpada diri seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Teori ini
menitik beratkan pada faktor-faktor dalam diri seseorang yang menggerakkan,
mengarahkan, mendukung, dan menghentikan perilaku. Dalam Teori Hierarki
Kebutuhan, Abraham Maslow (1934) menghipotesiskan bahwa dalam diri setiap
manusia terdapat lima tingkatan kebutuhan, yaitu:
a. kebutuhan
fisiologis, termasuk lapar, haus, tempat berteduh, seks, dan kebutuhan badaniah
lainnya.
b. kebutuhan
rasa aman, termasuk keamanan dan perlindungan terhadap gangguan fisik serta
emosional.
c. kebutuhan
sosial, termasuk kasih sayang, penerimaan oleh masyarakat, keanggotaan
kelompok, termasuk harga diri, kemandirian, keberhasilan, status, pengakuan, dan
perhatian.
d. kebutuhan
penghargan, termasuk harga diri, kemandirian, keberhasilan, status, pengakuan,
dan perhatian.
e. kebutuhan
akan aktualisasi diri, termasuk kemampuan berkembang, kemampuan mencapai
sesuatu, kemampuan mencukupi diri sendiri.
2.3 Indikator-indikator Motivasi
Menurut Hasibuan (2005:149) indikator-indikator
motivasi adalah sebagai berikut:
a. Motif
Motif
adalah suatu perangasang keinginan (want) dan daya penggerak kemauan
bekerja seseorang. Setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
b. Harapan
Harapan
adalah suatu kesempatan yang diberikan terjadi karena perilaku. Harapan
mempunyai nilai yang berkisar dari nol yang menunjukan tidak ada kemungkinan
bahwa suatu hasil akan muncul sesudah perilaku atau tindakan tertentu, sampai
angka positif satu yang menunjukan kepastian bahwa hasil tertentu akan
mengikuti suatu tindakan atau perilaku.
c. Intensif
Insentif
adalah sebagai sarana motivasi, untuk memberi batasan perangsang atau pendorong
yang diberikan dengan sengaja kepada para pekerja agar dalam diri mereka timbul
semangat yang lebih besar untuk berprestasi bagi organisasi.
3. Ekspektasi Pendapatan
3.1 Pengertian Pendapatan
Pendapatan
adalah semua penerimaan seseorang sebagai balas jasanya dalam proses produksi.
Balas jasa tersebut bias berupa upah, bunga, sewa, maupun laba tergantung
faktor produksi yang dilibatkan dalam proses produksi (Yuliana Sudremi, 2007:
133). Sedangkan
menurut Wahyu Adji (2004: 3), pendapatan atau income adalah uang yang
diterima oleh seseorang dari perusahaan dalam bentuk gaji, upah, sewa, bunga
dan laba termasuk beragam tunjangan, seperti tunjangan kesehatan atau pensiun.
Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh seseorang baik berupa uang maupun
barang (Utin, 2011: 138).
3.2 Teori
Menurut Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008: 12),
menjadi wirausaha akan memperoleh keuntungan yang menakjubkan. Berwirausaha
dapat memperoleh penghasilan yang tinggi dan tidak terbatas sesuai harapanya
guna memenuhi segala keinnginanya. Besar kecilnya penghasilan yang diterima dari
berwirausaha tergantung dari hasil kerja atau usaha yang dilakukan. Keinginan
untuk memperoleh pendapatan tak terbatas itulah yang dapat menimbulkan minat
berwirausaha. Orang-orang yang bekerja bagi dirinya sendiri memiliki peluang
empat kali lebih besar untuk menjadi kaya daripada orangorang yang bekerja
untuk orang lain (Serian, 2009: 27).
3.3 Indikator-indikator
Indikator ekspektasi pendapatan
adalah sebagai berikut:
a. pendapatan
yang tinggi,
b. pendapatan
tidak terbatas.
B. Penelitian Yang Relevan
Penelitian yang dilakukan oleh Rano Aditia Putra (2012)
dengan judul “Faktor-Faktor Penentu Minat Mahasiswa Manajemen Untuk Berwirausaha”.
Faktor-faktor yang digunakan sebagai ukuran yang mempengaruhi minat untuk
berwirausaha adalah personal, sociological dan environmental. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskripsi dengan sampel
penelitian mahasiswa manajemen Universitas Negeri Padang angkatan 2007-2009
yang pernah mendapat mata kuliah kewirausahaan. Penelitian ini mendapat hasil
berupa faktor-faktor yang mempengaruhi minat untuk berwirausaha yaitu faktor
lingkungan, faktor harga diri, faktor peluang, faktor kepribadian, faktor visi,
dan faktor pendapatan dan percaya diri. Faktor tersebut merupakan hasil
ekstrasi dari variabel penelitian. Persamaan penelitian relevan dengan
penelitian ini adalah pada penggunaan variabel Minat Berwirausaha. Perbedaanya
adalah dalam penelitian Rano Aditia Putra mencari faktor-faktor yang mempengaruhi
minat berwirausaha, sedangkan penelitian penulis menggunakan variabel yang lebih
spesifik seperti Motivasi dan Ekspektasi Pendapatan.
Penelitian yang dilakukan oleh Paulus Patria Adhitama
(2014) dengan judul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BERWIRAUSAHA (STUDI
KASUS MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA
DAN BISNIS UNDIP, SEMARANG)”. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner.
Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Undip.
Jenis datanya adalah data primer dengan teknik pengumpulan data kuesioner.
Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif ekspektasi pendapatan terhadap
minat berwirausaha. Artinya semakin tinggi pendapatan maka akan semakin
meningkatkan minat berwirausaha. (2) Terdapat pengaruh positif lingkungan
keluarga terhadap minat berwirausaha. Artinya semakin mendukung lingkungan
keluarga maka akan semakin meningkatkan minat berwirausaha. (3) Terdapat
pengaruh positif pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Artinya
semakin baik pendidikan kewirausahaan maka akan semakin meningkatkan minat
berwirausaha.
C. Kerangka Berpikir
1. Hubungan
Motivasi dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa
Hubungan-hubungan
motivasi dengan minat berwirausaha dalam penelitian ini diperlihatkan melalui
teori-teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya antara lain:
Maslow
mengemukakan bahwa motivasi adalah dorongan kerja yang timbul pada diri
seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Teori ini menitik beratkan pada
faktor-faktor dalam diri seseorang yang menggerakkan, mengarahkan, mendukung,
dan menghentikan perilaku.
Menurut Uno
(2008:1), “Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang
bertingkah laku. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan
untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya”
Teori dan
penelitian di atas memperlihatkan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap
minat berwirausaha mahasiswa, yakni apabila motivasi tinggi maka minat
berwirausaha tinggi, demikian sebaliknya.
2. Hubungan
Ekspektasi Pendapatan dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa
Hubungan-hubungan
ekspektasi pendapatan dengan minat berwirausaha dalam penelitian ini
diperlihatkan melalui teori-teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya antara
lain:
Menurut
Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008: 12), menjadi wirausaha akan memperoleh
keuntungan yang menakjubkan. Berwirausaha dapat memperoleh penghasilan yang
tinggi dan tidak terbatas sesuai harapanya guna memenuhi segala keinnginanya.
Besar kecilnya penghasilan yang diterima dari berwirausaha tergantung dari
hasil kerja atau usaha yang dilakukan. Keinginan untuk memperoleh pendapatan
tak terbatas itulah yang dapat menimbulkan minat berwirausaha. Orang-orang yang
bekerja bagi dirinya sendiri memiliki peluang empat kali lebih besar untuk
menjadi kaya daripada orangorang yang bekerja untuk orang lain (Serian, 2009:
27).
Teori dan
penelitian di atas memperlihatkan bahwa ekspektasi pendapatan berpengaruh positif
terhadap minat berwirausaha mahasiswa, yakni apabila ekspektasi pendapatan
tinggi maka minat berwirausaha mahasiswa tinggi, demikian sebaliknya.
Mengingat Minat Berwirausaha
dipengaruhi oleh kedua faktor seperti pada Gambar 2-1 dan Gambar 2-2, maka
dalam penelitian ini hubungan tersebut akan diteliti baik secara parsial maupun simultan, dengan
paradigma sebagai berikut:
D. Hipotesis
Mengingat
adanya tiga hubungan seperti pada kerangka konseptual di atas, maka hipotesis
dalam penelitian ini juga terdapat tiga buah, diantaranya:
- Hipotesis pertama: Motivasi berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha,
- Hipotesis kedua: Ekspektasi Pendapatan berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha,
- Hipotesis ketiga: Motivasi dan Ekspktasi Pendapatan berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
A.
Defenisi Operasional
1.
Variabel Independen (bebas)
a. Motivasi (X1)
Menurut Hasibuan (2005: 141),
motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia,
supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.
Indikator motivasi sebagai berikut:
1)
Motif adalah suatu perangasang keinginan (want) dan daya penggerak
kemauan bekerja seseorang. Setiap motif
mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
2)
Harapan adalah suatu kesempatan yang diberikan terjadi karena perilaku. Harapan
mempunyai nilai yang berkisar dari nol yang menunjukan tidak ada kemungkinan
bahwa suatu hasil akan muncul sesudah perilaku atau tindakan tertentu, sampai
angka positif satu yang menunjukan kepastian bahwa hasil tertentu akan
mengikuti suatu tindakan atau perilaku.
3)
Intensif adalah sebagai sarana motivasi, untuk memberi dorongan yang diberikan
dengan sengaja kepada para pekerja agar dalam diri mereka timbul semangat yang
lebih besar untuk berprestasi bagi organisasi.
b. Ekspektasi Pendapatan (X2)
Ekspektasi Pendapatan merupakan
harapan seseorang atas pendapatan yang diterimanya setelah melakukan suatu
pekerjaan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada penelitian ini menggunakan
skala likert dan indikator yang digunakan adalah pendapatan yang tinggi
dan pendapatan tidak terbatas (Zimmerer, Scarborough dan Wilson, 2008: 12).
Indikator ekspektasi pendapatan
adalah sebagai berikut:
a. pendapatan yang tinggi,
b. pendapatan tidak terbatas.
2.
Variabel Dependen (terikat)
Minat Berwirausaha (Y) adalah minat yang muncul dari dalam
diri seseorang untuk berwirausaha. Indikator yang digunakan adalah berminat
menjadi wirausaha karena tidak ketergantungan pada orang lain, berminat menjadi
wirausaha karena dapat membantu lingkungan sosial (Zimmerer, Scarborough dan
Wilson, 2008: 11), dan senang jika menjadi seorang wirausaha (Winkel, 2004: 212).
Indikator minat berwirausaha adalah
sebagai berikut:
a. Tidak ada ketergantungan pada
orang lain,
b. Dapat membantu lingkungan
sosial,
c. Senang jika menjadi seorang
wirausahawan.
Seluruh
indikator di atas menjadi ukuran-ukuran dalam penelitian ini yang kemudian akan
dikembangkan menjadi instrumen penelitian.
B.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini
mengambil lokasi di Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Muhammadiyah
Surakarta. Penelitian direncanakan akan berlangsung dari bulan Maret 2017
sampai dengan bulan Juni 2017 (Rencana penelitian dapat dilihat pada lampiran).
Pemilihan Program Studi Pendidikan Akuntansi UMS sebagai objek penelitian
didasarkan pada alasan semakin banyak wirausahawan muda yang berasal dari
lulusan universitas dan penambahan mata kuliah kewirausahaan dan praktek
kewirausahaan.
C.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam
penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi yang
berjumlah 234 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive random sampling yaitu
pengambilan sampel dengan kriteria atau syarat tertentu (Sugiyono,2008). Adapun
kriterianya adalah:
1. Mahasiswa
Pendidikan Akuntansi yang sudah mengambil mata kuliah Kewirausahaan,
2. Mahasiswa
aktif.
Sedangkan
penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin, yaitu:
Keterangan:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = Persen kelonggaran
ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir
atau diinginkan (dalam penelitian ini digunakan 5% atau 0,05) (Umar, 2000).
Tabel 3-1
Jumlah Populasi
dan Sampel
|
Kelas
|
Populasi
|
Sampel
|
|
A
|
40
|
25
|
|
B
|
39
|
25
|
|
C
|
40
|
25
|
|
D
|
39
|
25
|
|
E
|
38
|
24
|
|
F
|
38
|
24
|
|
|
234
|
148
|
D.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian
ini menggunakan instrumen angket atau kuisioner untuk masing-masing variabel
penelitian:
1. Motivasi
Instrumen motivasi dikembangkan
dari indikator yang diadapt asi dari Hasibuan (2005: 141). Jumlah butir
instrumen sebanyak 6 buah yang disusun dalam skala likert, sedangkan opsi
jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4)
2. Ekspektasi
Pendapatan
Instrumen ekspektasi pendapatan
dikembangkan dari indikator yang diadaptasi dari Zimmerer, Scarborough dan
Wilson (2008:12). Jumlah butir instrumen sebanyak 4 buah yang disusun dalam
skala likert, sedangkan opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4)
3. Minat
Berwirausaha
Instrumen minat berwirausaha
dikembangkan dari indikator yang diadaptasi dari Zimmerer, Scarborough dan
Wilson (2008:11). Jumlah butir instrumen sebanyak 5 buah yang disusun dalam
skala likert, sedangkan opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4)
Skala likert yang digunakan dalam
penelitian ini berdimensi 4 dengan rentang nilai 1 sampai dengan 4 dengan
asumsi:
Tabel 4-1. Skor Modifikasi Skala Likert
|
Pertanyaan Positif
|
Pertanyaan negatif
|
||
|
Jawaban
|
Skor
|
Jawaban
|
Skor
|
|
Sangat setuju
|
4
|
Sangat setuju
|
4
|
|
Setuju
|
3
|
Setuju
|
3
|
|
Tidak setuju
|
2
|
Tidak setuju
|
2
|
|
Sangat tidak setuju
|
1
|
Sangat tidak setuju
|
1
|
Untuk menguji ketepatan instrumen
(validitas) dan kelayakan instrumen (reliabilitas). Pengujian validitas dan
reabilitas ini dilakukan sebelum penelitian sesungguhnya, yakni dengan
mengujicobakan instrumen yang telah disusun kepada responden uji coba sebanyak
10 orang.
Pengujian lengkap validitas dan
reabilitas menggunakan cara-cara berikut ini:
1. Validitas
Pengujian validitas menggunakan dua
cara:
a.
Validitas isi: pengujian isi angket dengan analisis rasional, kesesuaian dengan
teori, dan pertimbangan ahli (dalam hal ini ahli adalah pembimbing skripsi).
Butir-butir instrumen didiskusikan agar benar-benar mencerminkan variabel yang
diukur. Pengujian validitas isi ini tidak menggunakan teknik statistik.
b.
Validitas konstruk: pengujian konstruk angket/instrumen dengan mengkore-lasikan
nilai-nilai setiap butir instrumen dengan nilai totalnya dengan menggunakan teknik
statistik korelasi, melalui bantuan program pengolah data SPSS.
2. Reabilitas
Pengujian reliabilitas menggunakan
pendekatan konsistensi internal, yakni teknik belah dua (split half) dengan
memilah butir instrumen bernomor ganjil dan butir instrumen bernomor genap,
kemudian mengkorelasikannya yang dilanjutkan dengan analisis Spearman Brown.
Pengolahan datanya menggunakan bantuan program pengolah data SPSS.15
E.
Teknik Analisis Data
Uji
Asumsi Klasik
1. Uji
Normalitas
Uji
normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel
dependen dan independen keduanya memiliki distribusi normal ataukah tidak
normal (Ghozali, 2006). Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan uji Kolmogorov – smirnov, data dikatakan berdistribusi normal jika
memiliki nilai probabilitas pengujian yang lebih besar dari 0,05 (Ghozali,
2006). Jika data tidak normal, maka dilakukan perbaikan data dengan cara
menghilangkan data tidak normal tersebut (outlier).
2. Uji Multikolinearitas
Uji
multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya
korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya
tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen
saling berkorelasi, maka variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal
adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen
sama dengan nol. (Ghozali, 2006). Pengujian multikolinieritas dilakukan dengan
melihat nilai tolerance dan lawannya. Suatu model regresi dikatakan bebas dari
multikolinieritas jika nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF
> 10 (Ghozali, 2006). Jika terjadi multikolinearitas maka dilakukan
perbaikan dengan menghilangkan salah satu variabel independen dengan korelasi
tertinggi.
3. Uji Heteroskedastisitas
Model
regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi
heteroskedastisitas. Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya
heteroskedastisitas yaitu dengan menggunakan Uji Glejser. Jika variabel
independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada
indikasi terjadi heteroskedastisitas. Sedangkan, dilihat dari probabilitas
signifikansinya di atas tingkat kepercayaan ( > 0,05 ). Jadi dapat
disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas (Ghozali,
2006). Jika terjadi heteroskedastisitas maka diperbaiki dengan melakukan
transformasi data menggunakan log atau ln (logaritma natural).
Dengan
bertumpu pada panduan analisis di atas, di mana:
1) Penelitian
ini bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya pengaruh dan kontribusi,
2) Banyaknya
variabel bebas = 2 buah, dengan variabel tak bebas = 1 buah.
Maka
teknik analisis data yang tepat adalah regresi
linear berganda dengan persamaan sebagai berikut: Y = a + b1X1+
b2X2 + e
Dimana
:
Y
= Minat berwirausaha
a
= Konstanta
b1
– b2 = koefisien regresi berganda
X1
= motivasi
X2
= ekspektasi pendapatan
e
= error / faktor kesalahan
Adapun
pengolahan data untuk menguji ketiga hipotesis di atas menggunakan bantuan
program pengolahan data SPSS.20
DAFTAR
PUSTAKA
Adhitama, Paulus
Patria. 2014. Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Minat Berwirausaha (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomika Dan
Bisnis UNDIP, Semarang).Skripsi.Semarang: Universitas Diponegoro.
Bygrave, W.D. 2003. The
Portable MBA Enterpreneurship. Jakarta: Binarupa Aksara.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Iqbal, Muhammad. 2014. “BPS: Jumlah Wirausahawan Meningkat”(online). http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/14/05/06/n54k9p-bps-jumlah-wirausahawan-meningkat.
14 Juli 2016.
Kadarsih, Retno, dkk. 2013. Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UNS. Jurnal Penelitian. Surakarta:
Universitas Sebelas Maret.
Longnecker, J., Carlos, W. M., & Petty, W. J. 2001. Kewirausahaan manajemen usaha kecil. Terjemahan
thomson learning. Jakarta: Salemba Empat.
Mahesa, A & Rahardja, E. 2012. “Analisis Faktor-faktor Motivasi yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha”.
Diponegoro Journal of Management, 1, 1, 130-137.
Puri, Y. S. 2011. Hubungan
antara adversity quotient dengan minat berwirausaha siswa kelas XII pemasaran
di SMKN Surabaya. Tesis. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Setiawan, Deden. 2016.
Pengaruh Ekspektasi Pendapatan,
Lingkungan Keluarga Dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha
(Studi Kasus pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta).
Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Soetadi, I. 2010. Kewirausahaan.
Medan: USU press.
Uno, Hamzah. 2008. Teori Motivasi & Pengukurannya
Analisis Dibidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Wahyono, Budi. 2014. “Pengertian Minat Berwirausaha”(online). http://www.pendidikanekonomi.com/2014/07/pengertian-minat-berwirausaha.html.
14 Juli 2016



Tidak ada komentar:
Posting Komentar